Tips Menyiapkan Brief Desain Sebelum Order Jasa Desain
Tips Menyiapkan Brief Desain Sebelum Order Jasa Desain
Sebelum order jasa desain, salah satu hal penting yang perlu kamu siapkan adalah brief desain. Brief desain adalah penjelasan singkat tentang kebutuhan, tujuan, konsep, materi, dan arahan visual yang akan digunakan oleh desainer untuk membuat desain sesuai keinginan kamu.
Banyak orang ingin hasil desain yang bagus, tetapi belum tahu cara menjelaskan kebutuhannya dengan jelas. Akibatnya, proses desain bisa menjadi lebih lama, revisi berulang, atau hasil akhirnya kurang sesuai dengan harapan.
Dengan brief yang jelas, proses pengerjaan desain akan lebih mudah, cepat, dan terarah. Desainer juga bisa memahami kebutuhan kamu sejak awal, sehingga hasil desain lebih sesuai dengan tujuan bisnis, promosi, atau branding yang ingin dibuat.
Apa Itu Brief Desain?
Brief desain adalah panduan awal yang diberikan kepada desainer sebelum proses pengerjaan dimulai. Isinya bisa berupa informasi brand, jenis desain, tujuan desain, ukuran, warna, gaya visual, teks, referensi, dan materi pendukung.
Brief tidak harus panjang atau rumit. Yang paling penting adalah informasinya jelas dan mudah dipahami. Semakin jelas brief yang kamu berikan, semakin mudah desainer membuat desain yang sesuai dengan kebutuhan.
Contohnya, jika kamu ingin membuat desain feed Instagram untuk promosi produk, maka brief bisa berisi nama produk, harga, promo, foto produk, warna brand, ukuran desain, dan gaya visual yang diinginkan.
Kenapa Brief Desain Itu Penting?
Brief desain penting karena menjadi dasar utama dalam proses pengerjaan desain. Tanpa brief yang jelas, desainer harus menebak-nebak konsep, warna, gaya, dan tujuan desain yang kamu inginkan.
Brief yang baik bisa membantu proses desain menjadi lebih rapi dan efisien. Selain itu, brief juga bisa mengurangi risiko salah konsep, mempercepat pengerjaan, dan membuat komunikasi antara klien dan desainer menjadi lebih jelas.
Beberapa alasan kenapa brief desain penting antara lain:
- Membantu desainer memahami kebutuhan kamu
- Mengurangi risiko salah konsep
- Mempercepat proses pengerjaan
- Membuat hasil desain lebih sesuai harapan
- Mengurangi revisi yang tidak perlu
- Membuat komunikasi lebih jelas
- Membantu desain terlihat lebih profesional
Dengan brief yang rapi, desain tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Tentukan Jenis Desain yang Dibutuhkan
Langkah pertama dalam membuat brief adalah menentukan jenis desain yang ingin dipesan. Setiap jenis desain memiliki ukuran, tujuan, dan gaya visual yang berbeda.
Beberapa contoh jenis desain yang bisa kamu pesan antara lain:
- Desain feed Instagram
- Desain story Instagram
- Desain poster promosi
- Desain banner digital
- Desain logo
- Desain katalog produk
- Desain kemasan
- Desain thumbnail
- Desain iklan produk
- Desain company profile
Misalnya, desain feed Instagram biasanya dibuat agar menarik perhatian saat dilihat di media sosial. Sedangkan desain katalog produk harus lebih informatif, rapi, dan mudah dibaca oleh calon pembeli.
Dengan menentukan jenis desain sejak awal, proses pengerjaan akan lebih jelas dan tidak membingungkan.
Jelaskan Tujuan Desain
Setelah menentukan jenis desain, kamu juga perlu menjelaskan tujuan dari desain tersebut. Tujuan desain akan mempengaruhi susunan visual, pemilihan warna, teks, dan elemen yang digunakan.
Contoh tujuan desain antara lain:
- Untuk promosi produk baru
- Untuk memperkenalkan brand
- Untuk meningkatkan penjualan
- Untuk membuat konten edukasi
- Untuk informasi event
- Untuk katalog produk
- Untuk iklan media sosial
- Untuk branding bisnis
Jika tujuan desain adalah promosi diskon, maka desain perlu menonjolkan informasi promo, harga, dan ajakan beli. Jika tujuannya untuk branding, maka desain perlu fokus pada identitas visual, warna brand, dan kesan profesional.
Tujuan desain yang jelas akan membantu hasil akhir menjadi lebih tepat sasaran.
Siapkan Teks yang Ingin Dimasukkan
Teks adalah bagian penting dalam desain. Sebelum order, sebaiknya siapkan semua teks yang ingin dimasukkan agar proses pengerjaan lebih cepat.
Teks yang bisa disiapkan antara lain:
- Judul utama
- Subjudul
- Nama produk
- Harga
- Promo atau diskon
- Deskripsi singkat
- Nomor WhatsApp
- Alamat
- Akun media sosial
- Call to action
Contoh call to action yang bisa digunakan:
- Order Sekarang
- Hubungi Kami
- Konsultasi Gratis
- Klik Link di Bio
- Dapatkan Promo Hari Ini
- Pesan Sekarang
Usahakan teks tidak terlalu panjang. Teks yang terlalu banyak bisa membuat desain terlihat penuh dan sulit dibaca. Gunakan kalimat yang singkat, jelas, dan langsung ke inti pesan.
Siapkan Logo, Foto, dan Materi Pendukung
Materi pendukung juga sangat penting dalam brief desain. Jika kamu sudah memiliki logo, foto produk, ikon, warna brand, atau file tertentu, sebaiknya kirimkan sejak awal.
Materi yang bisa disiapkan antara lain:
- Logo brand
- Foto produk
- Foto tempat usaha
- Foto model
- File warna brand
- Font brand jika ada
- Referensi desain
- Link website atau media sosial
- Informasi kontak
- Detail produk atau layanan
Jika foto produk masih kurang rapi, kamu tetap bisa berkonsultasi apakah foto tersebut perlu diedit, dirapikan, atau dibuat lebih menarik dalam desain.
Materi yang lengkap akan membuat proses desain lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal.
Tentukan Ukuran Desain
Ukuran desain juga perlu dijelaskan sejak awal. Ukuran yang salah bisa membuat desain tidak cocok saat digunakan di media tertentu.
Contoh ukuran desain yang umum digunakan:
- Feed Instagram: 1080 x 1080 px
- Story Instagram: 1080 x 1920 px
- Banner landscape: 1920 x 1080 px
- Thumbnail YouTube: 1280 x 720 px
- Poster digital: A4 atau ukuran khusus
- Spanduk cetak: sesuai ukuran meter
- Katalog produk: A4, square, atau custom
Jika kamu belum tahu ukuran yang tepat, cukup jelaskan desainnya akan digunakan untuk apa. Nanti ukuran bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan media yang digunakan.
Jelaskan Gaya Desain yang Diinginkan
Setiap brand memiliki gaya visual yang berbeda. Ada yang ingin terlihat modern, elegan, premium, ceria, minimalis, formal, colorful, atau futuristik.
Contoh gaya desain yang bisa kamu tuliskan dalam brief:
- Modern dan clean
- Elegan premium
- Minimalis
- Dark premium
- Colorful
- Soft pastel
- Profesional
- Simple dan rapi
- Futuristik
- Ramah untuk UMKM
Menjelaskan gaya desain akan membantu desainer memahami suasana visual yang kamu inginkan. Jika belum bisa menjelaskan dengan kata-kata, kamu bisa mengirim contoh desain sebagai referensi.
Berikan Referensi Visual
Referensi visual sangat membantu agar desainer lebih cepat memahami selera desain kamu. Referensi tidak harus sama persis, tetapi bisa menjadi gambaran arah visual.
Referensi bisa berupa:
- Screenshot desain yang kamu suka
- Link Instagram brand lain
- Contoh poster
- Contoh warna
- Contoh layout
- Contoh font
- Contoh desain kompetitor
Namun, referensi bukan berarti desain akan dijiplak. Referensi hanya digunakan sebagai arahan gaya agar hasil desain tetap original dan sesuai kebutuhan brand kamu.
Dengan referensi yang jelas, desainer bisa lebih mudah memahami visual seperti apa yang kamu inginkan.
Jelaskan Target Audiens
Target audiens adalah orang yang ingin kamu tuju melalui desain tersebut. Desain untuk anak muda tentu berbeda dengan desain untuk bisnis formal. Desain untuk produk makanan juga berbeda dengan desain untuk jasa profesional.
Contoh target audiens:
- Anak muda
- Ibu rumah tangga
- Pemilik bisnis
- Pelajar
- Pekerja kantor
- Pelaku UMKM
- Pengguna media sosial
- Calon pelanggan lokal
- Komunitas tertentu
Dengan mengetahui target audiens, desain bisa dibuat lebih tepat. Mulai dari pemilihan warna, bahasa, gaya visual, sampai susunan informasi bisa disesuaikan dengan orang yang ingin dijangkau.
Tentukan Deadline Pengerjaan
Deadline juga perlu dijelaskan sebelum order desain. Dengan begitu, desainer bisa menyesuaikan waktu pengerjaan dan prioritas pekerjaan.
Contoh penulisan deadline:
- Dibutuhkan hari ini
- Dibutuhkan besok
- Dibutuhkan dalam 2 hari
- Dibutuhkan minggu ini
- Untuk event tanggal tertentu
- Untuk promo mulai tanggal tertentu
Jika desain dibutuhkan untuk event, launching produk, atau promosi tertentu, sebaiknya order lebih awal agar masih ada waktu untuk review dan revisi.
Deadline yang jelas akan membantu proses pengerjaan berjalan lebih teratur.
Contoh Format Brief Desain
Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan format brief berikut saat ingin order jasa desain.
Nama brand:
Isi nama brand atau bisnis kamu.
Jenis desain:
Contoh: feed Instagram, banner, poster, katalog, logo, thumbnail, atau desain lainnya.
Tujuan desain:
Contoh: promosi produk, memperkenalkan brand, informasi event, atau meningkatkan penjualan.
Ukuran desain:
Contoh: 1080 x 1080 px, 1080 x 1920 px, A4, landscape, atau ukuran khusus.
Teks yang dimasukkan:
Isi semua teks yang ingin tampil di desain.
Warna yang diinginkan:
Contoh: hitam emas, biru putih, pastel, merah kuning, dark premium, atau warna brand.
Gaya desain:
Contoh: modern, elegan, minimalis, colorful, formal, premium, atau clean.
Materi pendukung:
Logo, foto produk, referensi desain, link media sosial, dan file lainnya.
Target audiens:
Contoh: anak muda, UMKM, pelanggan lokal, pemilik bisnis, atau pengguna Instagram.
Deadline:
Isi kapan desain dibutuhkan.
Catatan tambahan:
Tulis arahan khusus jika ada.
Format brief seperti ini akan membuat proses order lebih mudah dan membantu desainer memahami kebutuhan kamu dengan cepat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Brief
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat seseorang membuat brief desain. Kesalahan ini bisa membuat proses desain jadi lebih lama atau hasilnya kurang sesuai.
Beberapa kesalahan tersebut antara lain:
- Brief terlalu singkat dan tidak jelas
- Tidak memberikan ukuran desain
- Tidak mengirim teks yang ingin dimasukkan
- Tidak menjelaskan tujuan desain
- Tidak mengirim logo atau foto pendukung
- Referensi desain terlalu banyak dan tidak konsisten
- Mengubah konsep besar saat desain sudah selesai
- Deadline terlalu mepet
- Tidak menjelaskan target audiens
- Revisi diberikan secara terpisah-pisah
Agar proses lebih lancar, sebaiknya brief dibuat jelas sejak awal. Jika ada revisi, tuliskan dalam satu catatan yang rapi agar mudah dipahami dan dikerjakan.
Tips Agar Hasil Desain Sesuai Harapan
Supaya hasil desain lebih sesuai dengan kebutuhan kamu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum order.
Pertama, pahami dulu tujuan desain. Jangan hanya ingin desain terlihat bagus, tetapi pastikan desain punya fungsi yang jelas.
Kedua, siapkan materi pendukung dengan rapi. Logo, foto, teks, dan referensi sebaiknya dikirim dalam kualitas yang baik agar hasil desain lebih maksimal.
Ketiga, jelaskan gaya desain yang kamu suka dan tidak suka. Ini akan membantu desainer memahami arah desain dengan lebih cepat.
Keempat, berikan revisi dengan jelas. Hindari revisi seperti “kurang bagus” atau “coba dibuat menarik”. Lebih baik jelaskan bagian mana yang ingin diubah, misalnya warna, font, posisi logo, ukuran teks, atau bagian tertentu.
Kelima, komunikasikan kebutuhan sejak awal. Semakin jelas komunikasi di awal, semakin kecil kemungkinan terjadi revisi besar di akhir.
Kenapa Brief yang Jelas Membantu Bisnis?
Brief desain yang jelas bukan hanya membantu desainer, tetapi juga membantu bisnis kamu terlihat lebih profesional. Dengan brief yang baik, desain bisa dibuat sesuai tujuan promosi, target audiens, dan karakter brand.
Untuk bisnis atau UMKM, desain yang rapi bisa membantu membangun kepercayaan calon pelanggan. Tampilan visual yang konsisten juga membuat brand lebih mudah dikenali.
Desain yang baik bukan hanya soal warna dan gambar, tetapi juga soal pesan yang ingin disampaikan. Karena itu, brief desain menjadi langkah awal yang penting sebelum membuat konten visual, promosi, atau identitas brand.
Kesimpulan
Menyiapkan brief desain sebelum order jasa desain adalah langkah penting agar hasil desain lebih sesuai dengan kebutuhan. Brief yang jelas membantu proses pengerjaan menjadi lebih cepat, komunikasi lebih mudah, dan hasil akhir lebih profesional.
Kamu tidak perlu membuat brief yang rumit. Cukup jelaskan jenis desain, tujuan, ukuran, teks, warna, gaya visual, materi pendukung, referensi, target audiens, dan deadline.
Dengan brief yang rapi, desain yang dibuat bisa lebih tepat sasaran dan siap digunakan untuk promosi, branding, media sosial, katalog, website, maupun kebutuhan bisnis lainnya.
Jika kamu sudah punya kebutuhan desain untuk bisnis, promosi, konten, atau branding, kamu bisa mulai menyiapkan brief sederhana lalu order jasa desain di Ngedit.id.

Comments
Post a Comment